Assalamu’alaikum perkenalkan saya Harmi Hikmatiar. Saya biasa dipanggil Amy. Saya mengajar di SDN Pakujajar CBM Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini, izinkan saya sedikit berbagi tentang kisah saya menjadi seorang adalah sosok yang sangat saya kagumi sejak kecil. Namun, tak pernah terbersit sedikit pun bahwa saya akan menjadi salah satu bagian dari mereka. Sejak kecil, saya memang sangat senang berbagi pengetahuan dengan teman, sering juga memerankan seorang guru saat bermain dengan teman. Akan tetapi, dulu saya berfikir bahwa seorang guru harus mempunyai kemampuan yang lebih dari orang lain. Seorang guru pun harus bisa bertanggungjawab untuk bisa mendidik siswa – siswanya dengan baik. Karena alasan – alasan tersebut, saya meras bahwa saya tidak mampu dan tidak siap untuk menjadi seorang guru. Kisah perjalanan saya menjadi seorang guru cukup menarik karena harus mengalami berbagai masalah yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Saat SMA, saya tidak bercita – cita untuk menjadi guru. Namun, takdir berkata lain. Orangtua saya menyarankan saya untuk berkuliah di bidang keguruan. Awalnya saya enggan, namun akhirnya saya pun berkuliah di salah satu Sekolah Tinggi swasta yang ada di kota tempat saya tinggal. Selama setahun berkuliah, saya pun mulai merasa nyaman. Saya merasa menemukan dunia saya. Banyak teman – teman yang selalu bersama dan saling mendukung. Saya pun mulai menerima takdir saya yang memang harus menjadi seorang guru. Setelah lulus kuliah, saya pun mencari kebeberapa Sekolah terdekat untuk bisa menjadi honorer. Namun, sangat sulit sekali mendapatkan pekerjaan ini. Semua sekolah yang saya datangi tidak ada lowongan. Saya pun tidak menyerah dan mencoba untuk menghubungi salah satu guru pamong yang membimbing saya saat praktik mengajar. Saya berharap akan mendapatkan pekerjaan sebagai honorer di salah satu sekolah. Alhamdulillah akhirnya saya mendapatkan pekerjaan sebagai seorang honorer di sekolah negeri, dan syaratnya saya juga harus bisa juga menjadi operator. Untungnya, saya sudah belajar dan mengerti tentang teknologi walaupun hanya dasar, jadi saya tidak begitu kesulitan. Saya menjalani profesi sebagai seorang guru honorer dengan banyak tantangan. Saat pertama kali menjadi guru honorer, saya mendapatkan kabar yang menyedihkan. Ayah saya mengalami kecelakaan saat sedang bekerja. Karena kecelakaan ini, kami sekeluarga tidak mendapatkan penghasilan. Sehingga kami harus menjual rumah kami yang ada di luar kota tempat tinggal kami sebelumnya, dan membeli rumah nenek yang kami tinggali sekarang. Saya sangat sedih karena tidak bisa banyak membantu kedua orangtua saya. Penghasilan saya yang kecil membuat saya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya sendiri apalagi untuk membantu keluarga sangat sedih karena belum bisa membanggakan kedua orangtua saya. Namun, itu semua tidak menjadikan saya putus asa, saya selalu berusaha yang terbaik untuk menjadi guru yang baik. Saya tidak pernah mengeluh walaupun banyak pekerjaan yang harus saya kerkjakan tepat waktu. Selain mengajar di sekolah, saya mendapat tawaran untuk menjadi tutor di Paket B dan Paket C, alhamdulillah setidaknya saya mendapat penghasilan tambahan sehingga tidak terlalu kesulitan dan menyusahkan kedua orangtua saya. Menjadi seorang guru honorer memang tidak mendapat penghasilan yang cukup, akan tetapi saya merasakan kebahagiaan tersendiri saat mengajar. Saya merasa senang saat mengajar. Segala beban yang ada di pikiran saya seolah hilang seketika ketika saya bertemu dengan siswa - siswisaya. Walaupun mereka terkadang membuat saya merasa kesal dan jengkel, namun mereka semua sangat menyayangi saya dan selalu membuat saya bahagia. Saya pun sangat menyayangi mereka. Menjadi guru memang tidaklah mudah, namun jika dijalani dengan penuh keikhlasan semua kelelahan tidak pernah terasa. Semua kelelahan yang saya rasakan tergantikan dengan rasa kebehagiaan dan kebanggaan. Awalnya saya tidak percaya diri menjadi seorang guru, saya takut tidak bisa memberikan yang terbaik untuk murid - murid saya, tapi saya terus berusaha dan belajar dari pengalaman orang lain, sehingga saya mulai menemukan kepercayaan diri bahwa saya mampu. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi siswa - siswisaya. Walaupun apa yang saya lakukan belum maksimal, tapi saya berharap semoga apa yang sudah saya berikan kepada siswa - siswisaya dapat bermanfaat dan berguna bagi mereka di masa mengajar kurang lebih selama 1,5 tahun, saya mendapat kabar ada pendaftaran untuk menjadi PNS. Saya pun bersemangat untuk mengikuti tes tersebut. Namun, semuanya tidak berjalan mulus. Saya harus menghadapi tantangan terlebih dahulu yang membuat saya putus asa. Saat saya mendaftar untuk mengikuti tes, ternyata ada kesalahpahaman dari pihak BKD yang membuat ijazah D2 saya tidak bisa digubakan untuk mendaftar. Saya sangat kecewa saat itu. Saya pun terus menunggu di ruangan sampai siang. Teman – teman saya dari satu sekolah yang mendaftar sudah selesai dan pulang, namun saya tetap menunggu. Akhirnya saya pun menyerah dan bertekad untuk melaporkannya ke tempat perkuliahan saya dulu. Saat sampai di rumah, saya sangat sedih dan menangis karena saya merasa kecewa tidak bisa mengikuti tes tersebut. Keesokan harinya, saya pun mendapat kabar bahagia dari teman saya bahwa ijazah kami sudah bisa digunakan untuk mendaftar. Saya sangat senang dan bersyukur. Walaupun belum tentu saya lulus, saya sudah senang karena bisa mengikuti tes. Saya memang sangat berharap untuk lulus PNS, karena saya ingin sekali membahagiakan kedua orangtua saya. Saat tes pun tiba, namun saya merasa sangat gelisah, karena melihat banyak sekali saingan yang kompeten. Mereka bersasal dari Universitas negeri, sedangkan saya hanya dari Sekolah Tinggi swasta. Namun, saya tidak putus asa. Saya berusaha yang terbaik, saya mengerjakan soal dengan semampu saya. Akhirnya, waktu pengumuman pun tiba. Saya sangat gugup. Pagi – pagi sekali teman saya pun menelepon dan memberitahu saya bahwa nama saya tertera lulus di koran. Saya sungguh senang sekali. Namun, saya belum bisa percaya dengan kabar baik itu. Saya takut itu hanyalah candaan dari teman saya. Ternyata berita itu benar, saya dinyatakan lulus. Saya sangat bersyukur dan langsung mengabari kedua orangtua saya. Mereka pun sangat senang mendengar kabar itu. Saya tidak pernah menyangka akan bisa lulus di usia saya yang saat itu masih 20 Duta Baca Anak Tahun 2019Lomba Vlog Literasi Tahun 2021Setelah menjadi seorang PNS, saya semakin bersemangat untuk mengajar dengan baik. Saya diberikan kepercayaan untuk membimbing siswa di perlombaan. Alhamdulillah, siswa – siswi yang saya bimbing bisa membanggakan. Saya dipercaya untuk membimbing siswa di bidang literasi. Banyak perlombaan yang kami ikuti, dan alhamdulillah mendapat hasil yang cukup memuaskan . Prestasi yang paling membanggakan bagi saya yaitu salah satu siswa yang saya bimbing berhasil menjadi Juara 3 Duta Baca Anak Provinsi Jawa Barat dan Juara 3 Lomba Vlog Literasi Provinsi Jawa Barat. Saya sangat bersyukur, berkat dukungan orangtua dan kegigihan dari siswa itu, kami bisa membanggakan sekolah kami tercinta. Kejuaraan lain yang pernah diraih diantaranya juara 1 dan 3 lomba bercerita se-Kota Sukabumi, juara 2 lomba mengalihkan cerita menjadi gambar se- Kota Sukabumi, juara 4 lomba review buku se – Kota Sukabumi. Semua yang telah diraih dari kegiatan literasi ini tidak lepas dari usaha keras dan dukungan dari semua pihak. Saya bersyukur atas dukungan kepala sekolah dan para guru bahkan dukungan dari orangtua siswa yang membuat saya semangat untuk terus maju. Saya pun berharap, kegiatan literasi di sekolah saya bisa semakin baik dan menghasilkan juara lain yang bisa lebih membanggakan sekolah. Menjadi seorang guru memang harus dijalani dengan ikhlas. Ternyata ada rahasia Tuhan di setiap perjalanan hidup manusia. Tidak ada hal yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak. Saya sangat bersyukur, Tuhan telah menakdirkan saya menjadi seorang guru. Dengan menjadi seorang guru, saya banyak belajar pengalaman hidup, belajar lebih sabar, belajar lebih ikhlas dan belajar untuk bisa memahami kekurangan oranglain. Saya yakin rekan – rekan guru lainnya pasti juga suatu saat akan mendapatkan keajaiban yang tidak pernah diduga. Segala proses perjuangan yang sudah dilakukan akan berbuah manis. Kita harus tetap optimis dan saat ini, saya sudah mengajar selama 14 tahun lebih. Banyak hal yang sudah saya alami. Saya tidak akan pernah menyerah untuk bisa menyelesaikan segala masalah yang saya hadapi. Saya yakin semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Saya sangat bangga menjadi seorang guru yang bisa mendidik generasi penerus bangsa. Menjadi bagian penting dari Tujuan Pendidikan Nasional. Semangat terus para pendidik se-Indonesia. Semoga Pendidikan di Indonesia semakin maju mengikuti perkembangan zaman.
Layananklasikal materi tentang cita-cita dan karir. Dimana peserta didik dapat memahami tentang: 1. Pengertian cita-cita karir 2. Jenis cita-cita untuk karir masa depan 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi cita-cita 4. Pentingnya memiliki cita-cita 5. Cara menggapai cita-cita Model pelayanan yang digunakan Small Group Discussion/ Ceramah, Tanya Jawab,
By DiyantiDimas namanya, seorang anak yang berumur 10 tahun, memiliki empat orang kakak dan dibesarkan oleh kedua orang tua dengan keadaan yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga yang mengurusi kelima keadaan ekonomi yang kurang mampu ayahnya tetap bertekat untuk menyekolahkan semua anaknya, minimal bisa lulus sendiri masih duduk di kelas lima SD, kakak pertama dan keduanya sudah bekerja di pabrik, sedangkan kakak ketiganya duduk di bangku SMA sebentar lagi lulus, lalu kakak keempatnya masih kelas delapan kecil, Dimas diajarkan untuk berhemat, rajin belajar supaya lulus dengan nilai yang memuaskan dan mendapatkan pekerjaan lumayan layak seperti kedua kakaknya. Setidaknya kedua kakaknya bekerja di pabrik bukan buruh bangunan seperti ayahnya. Sehingga bisa membantu perekonomian Dimas agak berbeda dengan keempat saudaranya. Pada usia dua tahun saja ia sudah bisa berbicara lancar. Pada usia empat tahun sudah banyak kosakata yang Dimas pahami. Dan ketika baru sekolah di kelas satu SD, Dimas sudah bisa membaca tanpa memang anak yang pintar, dia cepat memahami apa yang diajarkan oleh guru, orang tua, saudara-saudaranya, teman-teman maupun orang-orang di lingkungan sekitar. Sering kali ia bertanya apapun yang belum ia pahami. Contohnya ketika Dimas berumur lima tahun, ia bertanya setelah melihat ayahnya menyelesaikan sholat.“Tuhan itu seperti apa? Apa waktu sholat, Ayah lihat Tuhan?”Mendapatkan pertanyaan demikian, sang Ayah pun kelimpungan menjawab. Ibunya juga takut menjawab, takut salah, sedangkan keempat saudaranya juga tidak tau jawaban yang tepat. Pada akhirnya Ayah mengajak Dimas untuk bertemu dengan guru ngaji yang berjarak beberapa meter dari rumah sang guru ngaji bisa menjawab pertanyaan bocah lima tahun tersebut, walau Dimas terus-terusan bertanya yang belum ia pahami. Sejak itulah Dimas mulai belajar mengaji. Dia belajar huruf Arab dan cara membacanya jika di sambung-sambungkan. Dimas juga belajar tata cara sholat, doa-doa dan pengetahuan lainnya tentang agama, Dimas pun belajar ilmu umum di sekolah. Ia belajar matematika, belajar sejarah Indonesia dan belajar ilmu pengetahuan lainnya. Dan dari sekolah itulah Dimas tau tentang itu Dimas masih kelas satu, harus maju satu persatu untuk memperkenalkan diri. Tiba giliran Dimas, ia pun maju ke depan dan menghadap teman-temannya. Seragam yang ia kenakan tidak baru seperti teman-temannya, ia hanya memakai seragam SD milik kakak keempatnya yang menurut Ibu masih bagus Bu Guru mempersilahkan Dimas memulai perkenalan. Ketika itu, Dimas merasa senang sekali bersekolah, jadi ia tidak takut maupun malu untuk maju ke depan dan memperkenalkan diri.“Dimas, cita-citanya mau jadi apa?” tanya Bu Guru setelah Dimas menyelesaikan cerita mengenai kakak-kakaknya.“Cita-cita itu apa Bu Guru?” tanya balik Dimas dengan Guru kemudian menjelaskan, cita-cita adalah impian. Impian bukan mimpi saat tidur, namun impian kerja jadi apa saat dewasa. Itulah yang Dimas pahami saat itu. Dan karena itulah Dimas diam tidak menjawab.“Jadi Dimas cita-citanya jadi apa?” tanya ulang Bu Guru. “Mau jadi dokter, guru, polisi, tentara atau yang lainnya?”Dimas tetap diam. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, berarti cita-cita Ayahnya waktu kecil adalah menjadi buruh, lalu Ibunya tidak bekerja, berarti Ibu tidak mempunyai cita-cita. Tapi teman-teman yang lain banyak yang menjawab ingin menjadi dokter, berarti nanti ketika besar teman-temannya banyak yang menjadi dokter, berarti dokter jadi banyak sekali.“Dimas?” panggil Bu pun langsung menggelengkan kepalanya, dia menatap gurunya dengan bingung. “Aku cita-citanya nggak tau jadi apa, Bu Guru. Aku nggak mau jadi ayah kerjanya buruh bangunan, aku juga nggak mau seperti ibu yang nggak kerja, aku juga nggak mau jadi dokter, teman-teman banyak yang ingin jadi dokter.”“Kalau menjadi guru?” tanya Bu Guru memberi opsi kepada Dimas. “Guru tugasnya mengajar, nah karena ada guru lah jadi ada dokter, tentara, polisi.” Bu Guru tetap menjelaskan pelan-pelan.“Bu guru dulu kecilnya cita-citanya jadi guru?” Dimas malah balik bertanya. “Memang kalau aku bilang cita-citanya jadi guru, nanti besarnya pasti jadi guru ya Bu Guru?”Bu Guru saat itu langsung paham, jika Dimas merupakan anak yang cerdas. Ia pun memberi penjelasan dengan pelan-pelan dan dengan kata-kata yang mudah dipahami. Bahwasannya cita-cita adalah impian yang ingin diraih. Ingin berarti belum pasti namun diusahakan untuk diwujudkan. Jadi belum tentu Ayahnya dulu bercita-cita menjadi buruh bangunan. Sedangkan Bu Guru bilang jika cita-citanya saat kecil adalah menjadi guru, namun Bu Guru memberitau bahwa ketika besar atau dewasa banyak sekali masalah atau rintangan yang menghadang untuk mewujudkan cita-cita. Rintangan yang menghadang, contohnya tidak punya uang, berhenti sekolah dan banyak lagi. Bu Guru bilang bahwa Dimas akan memahaminya nanti, jadi Dimas tidak banyak bertanya walau kurang paham pada saat itu. Bu Guru bilang kalau dia akan memahaminya nanti. Nanti berarti Dimas pasti akan sekarang Dimas sudah berusia 10 tahun. Ia sudah lebih banyak mempelajari suatu hal. Misalkan tentang agama, Dimas sudah lancar mengaji dan pernah khatam sekali. Dia juga semakin tau apa itu pahala dan dosa. Sedangkan di sekolah, Dimas menjadi siswa terpintar di kelasnya. Ia selalu menduduki peringkat pertama mengungguli teman-temannya yang itu Dimas juga mulai paham tentang cita-cita. Ia bertekat ingin menjadi orang yang sukses, entah dalam pekerjaan apa Dimas belum bisa menentukan. Orang yang sukses berarti harus bisa sekolah dan banyak Dimas juga mulai memahami mengenai masalah dan rintangan yang menghadang seperti yang dikatakan Bu Guru beberapa tahun yang lalu. Pengalaman dan keadaan menghantarkan Dimas untuk tau masalah atau rintangan yang menghadang.“Keadaan sekarang semakin sulit, Ayah sudah tidak bekerja lagi sedangkan Santi sudah di pecat, tinggal Bima yang diandalkan, gimana kita bisa bayar uang sekolah Deni, Evi sama Dimas?” Ibu mengeluh di ruang tamu, di depan sang Ayah yang tampak frustasi dengan keadaan yang semakin berpikir jika anak-anaknya sudah tertidur, namun nyatanya Dimas sedang berdiri di balik tembok, awalnya tidak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.“Nanti pasti bisa melunasi uang sekolah anak-anak.” Ayah berkata. Cara untuk menghibur diri dari himpitan kesusahan, selalu percaya bahwa hari esok akan baik-baik saja.“Uang dari mana?” Ibu bertanya terdiam di tempatnya. Apakah dia akan putus sekolah dan tidak bisa mewujudkan cita-citanya yang ingin menjadi orang sukses? Anak usia 10 tahun itu termenung di tempatnya berdiri. Ibu sedang menangis, terisak pilu. Ayah memegang kepalanya terasa pusing. Lalu Dimas?Anak itu sedang berpikir keras untuk mengorek kembali ingatan tentang ucapan guru ngajinya.“Tuhan akan selalu menolong hamba-Nya yang sedang kesusahan.”Benar. Itulah yang diperlukan Dimas sekarang, yaitu berkeluh kesah kepada Tuhan. Pasti Tuhan akan mendengar dan akan segera menolong keadaan pelik yang menimpa mereka.[Tamat]
Nah demikianlah tadi secarik cerpen sederhana tentang kisah guru dan murid di dalam kelas yang bisa Guru Penyemangat sajikan dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional Tahun 2021. Mudah-mudahan bermanfaat dan menginspirasi, ya. Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan
Cara Membuat Puisi Cita Citaku Menjadi Guru - Daftar isi [ Sembunyikan] 1 Puisi cita-citaku menjadi guru one bait. 2 Puisi Guru 2 Bait. Bila Besar Nanti. Cita-Cita Dalam Hati. Menggapai Cita-Cita. Guru Yang Mulia. Teladan. 1. Puisi Cita-citaku Menjadi Guru 2 Bait. Untuk contoh pertama, Jafarull akan membuat puisi dengan jumlah dua bait dan tiap baitnya terdiri dari..cara membuat puisi cita citaku menjadi guru, riset, cara, membuat, puisi, cita, citaku, menjadi, guru LIST OF CONTENT Opening Something Relevant Conclusion Guru tanpa pamrih berbagi ilmu. Aku akan berusaha mencapai cita-citaku. Tak akan Lelah aku mencari ilmu. Tak kan aku berpangku tanga saja. Demi tercapainya cita-citaku. Itulah contoh puisi cita-citaku menjadi guru yang bisa dijadikan referensi untuk membuat tugas terutama dalam peringatan hari guru nasional yang akan jatuh pada tanggal 25. Oct 23, 2022 Table of content Puisi Cita-citaku Menjadi Guru - Pada kesempatan kali ini, Jafarull akan membagikan contoh puisi cita-citaku menjadi guru. Kamu bisa gunakan contoh ini sebagai bahan referensi pembuatan puisi maupun tugas sekolah. Meski begitu, alangkah baiknya kamu membuatnya versi karyamu sendiri. Perbesar Puisi Cita-citaku Menjadi Guru, Foto Pixabay Menjelang Hari Guru Nasional, para siswa/i mulai diberikan tugas untuk membuat puisi cita-citaku menjadi guru. Hari Guru Nasional sendiri diperingati pada 25 November 2021 besok untuk menghormati para guru yang rela bekerja keras untuk mencerdaskan anak bangsa. Daftar ISI [ Tampilkan] Contoh Puisi Cita Citaku Menjadi Guru Berikut ini merupakan beberapa contoh puisi seputar cita citaku ingin menjadi seorang guru yang bisa anak Anda gunakan untuk berbagai kepentingan di sekolah 1. Cita Citaku Menjadi Guru Karya Putu Surya Nata Sosok ramah berhiaskan senyum Penuh ilmu yang membuat kagumJawaban Berikut ini merupakan contoh puisi cita-citaku menjadi guru. Puisi cita-citaku menjadi guru 1 bait 1. Aku ingin menjadi guru Yang selalu memberi ilmu Mengajar setiap hari Mendidik anak-anak negeri 2. Menjadi guru adalah cita-citaku Yang kupendam didalam kalbu Semoga tercapai semua impian Menjadi seorang guru yang diidam-idamkan. 3. Recommended Posts of Cara Membuat Puisi Cita Citaku Menjadi Guru Kau Ajarkan Kami Cita-citaku menjadi guru Para guru sangat mulia Mengajarkan kami ilmu Belajar berhitung dan membaca. Karena guru kami tahu Mana buruk mana yang baik Bukan sekedar ilmu Tetapi juga akhlak yang Cita-Citaku Menjadi Guru. 3 Impian Menjadi Pilot. 4 Ingin Menjadi Polisi. 5 Menjadi Tentara. 6 Polwan Pekerjaan Mulia. 7 Cita-Cita Menjadi Dokter Hewan. 8 Pramugari Adalah Impianku. 9 Cita-Citaku Menjadi Atlet. 10 Menjadi Arsitek.. Hai Nama saya Ai Nurhasanah saya bercita-cita ingin jadi seorang cita-citaku nggak sama dengan orang-orang yang kebanyakan pengen jadi Cita-Citaku Menjadi Guru, Dokter, Arsitektur, Polwan,. Nah, buat sobat yang saat ini sedang mendapatkan tugas sekolah untuk membuat puisi namun masih bingung seperti apa puisi cita-cita yang baik maka dapat menyimak beberapa puisi cita-cita yang sudah kami siapkan dibawah ini. Tanpa banyak basa-basi lagi mari silahkan simak membuat puisi cita citaku menjadi guru. Share 0. previous post. cara membuat puisi cita citaku menjadi dokter. next post. cara membuat puisi cita-cita. CaraBuat. Related posts. cara membuat kue kering putri salju. CaraBuat August 23, 2021 August 23, 2021. cara membuat boba Kelas. Sumber Ilustrasi PAXELS Hai Nama saya Ai Nurhasanah saya bercita-cita ingin jadi seorang guru. Mungkin cita-citaku nggak sama dengan orang-orang yang kebanyakan pengen jadi pegawai kantoran, pengusaha, dan lain-lainya Banyak orang yang ingin memiliki profesi dan impian. Dan be gitu juga dengan saya bermimpi menjadi Tentang Cita Citaku ingin Menjadi Guru 1 Anganku melayang ke masa depan Aku ingin mejadi seorang Guru Guru adalah pejuang ilmu di garis depan Guru tanpa pamrih berbagi ilmu Aku akan berusaha mencapai cita-cita Aku takkan lelah untuk mencari ilmu Takkan aku berpangkutangan saja Demi menggapai cita-citakuPuisi cita citaku menjadi guru Anganku melayang ke masa depan Aku ingin mejadi seorang Guru Guru adalah pejuang ilmu di garis depan Guru tanpa pamrih berbagi ilmu Aku akan berusaha mencapai cita-cita Aku takkan lelah untuk mencari ilmu Takkan aku berpangkutangan saja Demi menggapai cita-citaku1. Belajar Terus Menerus Sebagai seorang guru, penting untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Perkembangan teknologi dan dunia pendidikan terus berubah, sehingga kita harus selalu up-to-date dengan perkembangan tersebut. 2. Berkomunikasi dengan Baik Komunikasi yang baik dengan murid-murid dan rekan kerja sangatlah lincah di lapangan. Berlari cepat seperti singa. Membawa bola dengan cekatan. Itulah cita-citaku menjadi pemain bola. Berlatih dengan giat tanpa bosan. Cita-cita mulia harus diperjuangkan. Bukan hanya sebuah angan-angan. Aku ingin cita-citaku jadi kenyataan. membuat puisi cita-cita. by CaraBuat September 27, 2021 September 27, 2021 0 228.. previous post. cara membuat puisi cita citaku menjadi guru. next post. cara membuat puisi di microsoft word. CaraBuat. Related posts. cara membuat ketupat dari kertas warna. CaraBuat August 20, 2021 August 20, 2021. cara buat martabak telur dan bumbunya. Conclusion From Cara Membuat Puisi Cita Citaku Menjadi Guru Cara Membuat Puisi Cita Citaku Menjadi Guru - A collection of text Cara Membuat Puisi Cita Citaku Menjadi Guru from the internet giant network on planet earth, can be seen here. We hope you find what you are looking for. Hopefully can help. Thanks. See the Next Post
ContohKarangan Cita Cita Menjadi Guru Dalam Bahasa Inggris Dan Artinya Bahasa Inggris Xyz Cute766. 172 Contoh Cita Cita Dalam Bahasa Inggris Dan Artinya Penulis Cilik. Untuk mengunduh File Gunakan tombol download dibawah ini. Cita Cita. Kumpulan Cerita Lucu Cerpen Tentang Cita Cita Menjadi Guru.
Apakah Anda tahu cita-cita yang ingin diraih anak Anda? Bagi anak-anak, cita-cita sangat penting dalam membangun motivasi mereka dalam belajar dan menjalani kehidupan. Cita-cita bisa dikatakan sebagai motivasi terbesar anak dalam merancang masa depannya. Tidak jarang kita akan mendengar anak-anak yang memiliki lebih dari satu cita-cita. Hal itu termasuk wajar dan tidak perlu dikhawatirkan oleh orang tua. Namun, Anda perlu secara cermat untuk memperhatikan apakah cita-cita anak Anda tersebut sudah sesuai dengan kemampuan dan bakat yang mereka miliki atau tidak. Salah satu cita-cita yang paling sering diucapkan anak-anak yaitu menjadi seorang guru. Apakah cita-cita anak menjadi guru itu bagus? Berikut membahas mengenai bagus atau tidaknya menjadi seorang guru, mari kita membahas tentang seberapa pentingnya seorang anak untuk memiliki cita-cita. Anak yang telah Anda rawat sedari kecil tidak mungkin akan terus Anda jaga sampai dewasa. Akan ada saat di mana mereka akan meninggalkan rumah dan orang tuanya demi mengejar impian yang sudah dia punya sedari kecil atau sejak remaja. Salah satu impian yang memiliki potensi besar dalam memberikan motivasi mereka dalam belajar yaitu cita-cita. Dengan memiliki cita-cita, anak-anak akan memiliki tujuan hidup yang sudah dirancangnya dengan tidak jarang kita akan menemukan anak-anak yang masih labil dalam menentukan cita-citanya. Hal itu bisa dibuktikan dari anak-anak yang memiliki lebih dari satu cita-cita saat masih menginjak bangku sekolah dasar. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran yang penting dalam menentukan pendidikan anak. Anda tentunya yang lebih memahami potensi dan bakat yang telah dimiliki anak Anda. Dengan mengetahui potensi dan bakat yang dimiliki anak Anda, secara perlahan-lahan Anda bisa memberikan pengertian kepada anak Anda tentang cita-cita yang sesuai dengan konteks ini, tidak jarang anak yang memiliki selisih pendapat dengan orang tuanya. Mereka menganggap orang tua terlalu ikut campur dalam menentukan masa depannya, padahal mereka yang akan menjalaninya. Maka dari itu, Anda bisa memberikan pengertian, apabila mereka ingin mengejar impiannya, mereka harus memberikan energi lebih dalam mewujudkannya. Mereka tidak boleh menyerah di tangah jalan dan siap menerima konsekuensi yang akan dihadapinya itu, cita-cita akan mengubah sudut pandang anak Anda menjadi lebih positif dan fokus dalam menjalani hidup. Berbeda dengan anak-anak yang tidak memiliki cita-cita, mereka cenderung lebih tidak peduli dan pergi ke sekolah hanya sebatas formalitas saja. Tanpa cita-cita, anak-anak tidak akan paham dan mengerti apa yang harus dilakukannya. Maka selanjutnya orang tua lah yang akan memiliki peran yang begitu besar dalam merancang masa depan bagus apabila Anda yang merancang cita-cita dan masa depan setiap anak-anak Anda? Tentu saja tidak. Perilaku tersebut akan membuat anak Anda menjadi manja dan tidak mandiri. Pastinya akan ada suatu kondisi di mana anak Anda akan terjatuh dan hasil yang didapatnya tidak sesuai dengan ekspetasi. Apabila kejadian tersebut terjadi, mereka akan lebih menyalahkan Anda dan lari dari masalah, bahkan menyerah dengan hidupnya karena tidak tahu apa yang dapat dilakukannya setelah kegagalan apabila anak-anak memiliki cita-cita menjadi guru, apakah itu bagus? Guru adalah profesi yang begitu mula. Selain itu, menjadi seorang guru tidaklah mudah. Selain harus mengambil jurusan pendidikan, guru membutuhkan waktu serta kemampuan lebih dalam memahami karakter setiap anak. Berikut adalah alasan mengapa menjadi guru itu Alasan Menjadi Guru Itu BagusSeperti yang dijelaskan sebelumnya, menjadi seorang guru tidaklah mudah. Selain harus mempelajari teori, guru juga harus mempelajari dan memahami karakter setiap anak. Seorang guru juga harus pandai dalam membaca situasi dan kondisi kelas, serta bagaimana cara guru menerapkan pembelajaran agar bisa berjalan dengan baik dan mudah dimengerti Berperan Besar Bagi Masa DepanGuru adalah seorang pendidik yang akan ditemui setiap anak, di mana anak-anak tersebut adalah penerus bangsa yang akan membawa Indonesia menjadi lebih maju dari sebelumnya. Menjadi seorang guru, berarti menjadi sosok contoh dan panutan yang ditiru oleh setiap anak. Bisa dapat dikatakan bahwa tidak akan ada pengusaha yang sukses apabila tidak ada guru yang berperan besar dalam membimbing mereka dalam belajar saat sekolah. Selain itu guru juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa ke Waktu Kerja Lebih FleksibelPekerjaan seorang guru lebih fleksibel daripada pekerjaan lainnya. Guru hanya bekerja selama ada sekolah beroperasi dan ada siswa yang membutuhkan dirinya untuk belajar di kelas. Selain itu, guru juga memiliki jam kerja yang lebih singkat dibandingkan pekerjaan lain seperti karyawan, pengusaha, dan pekerjaan Meningkatkan WawasanPekerjaan guru yaitu mendidik dan mengajarkan materi pembelajaran kepada siswa. Pekerjaan itu menjadi suatu kegiatan rutin yang akan dilakukan sampai guru sudah pensiun. Maka dapat dikatakan bahwa seorang guru akan selalu memiliki wawasan bahkan lebih meningkat di sepanjang usianya. Seorang guru tentunya selalu haus akan pengetahuan supaya siswa bisa mendapatkan pengetahuan yang terbaik dan tidak ketinggalan akan perkembangan Bisa Bekerja SampinganKarena jam kerja yang fleksibel, guru bisa melakukan pekerjaan sampingan, seperti menjadi guru les di rumah atau di tempat les. Bukan hanya sebagai guru les saja, ada juga sebagian guru yang sehabis mengajar menghabiskan waktunya untuk bertani di sawah dan kebunnya. Tidak jarang mereka juga mengelola toko bahan pokok atau toko lainnya sebagai pekerjaan Memiliki Semangat yang KuatDi setiap tahunnya guru akan bertemu dengan pengalaman dan pengetahuan baru. Pekerjaan guru tidak monoton, mereka akan diberikan waktu dan tempat untuk ditempatkan di desa pedalaman dan melakukan penelitian selama beberapa waktu. Sehingga menjadi seorang guru tidak begitu membosankan karena akan selalu mendapatkan pengalaman baru. Selain itu, kemampuan guru akan selalu diasah, sehingga pengetahuannya akan semakin Waktu Libur Lebih PanjangGuru memiliki waktu libur yang lebih panjang dibandingkan karyawan kantoran. Pekerjaan guru mengikuti jadwal murid, apabila murid libur maka guru juga turut Kisah Inspiratif Pengorbanan Guru Supaya Murid Lancar Belajar Selama BDRSelama pelaksanaan BDR yang sudah berjalan beberapa bulan ini, banyak sekali kisah menarik dan inspiratif dari para guru-guru yang mengajar diseluruh pelosok Madjid7. Menjadi PenyabarSelain mempelajari teori saat kuliah, guru juga mempelajari karakter anak-anak lewat magang di sekolah dan ketika ditempatkan di pedalaman saat KKN. Dengan menghadapi karakter setiap anak yang berbeda-beda, membuat guru menjadi lebih penyabar dalam menghadapi situasi. Dalam menghadapi anak-anak nakal pun guru sudah menjadi kebal. Mungkin awalnya mereka akan kesulitan, tetapi akan menjadi terbiasa dan tidak tertekan seperti baru pertama kali 7 Kanal Youtube yang Menggabungkan Konten Pelajaran dan Pendidikan KarakterMelalui platform Youtube, Anda dapat memperoleh banyak referensi untuk anak. Supaya terhindar dari konten-konten yang tidak berfaedah, kami punya 7 rekomendasi channel Youtube untuk putra putri Baisuni8. Menjadi Lebih PenyayangSebagian orang ingin menjadi guru karena sangat menyukai anak-anak. Dengan begitu mereka bisa menyalurkan rasa suka dan kecintaannya itu kepada anak-anak saat mengajar. Selain itu, guru tidak hanya menyayangi mereka layaknya anak sendiri, guru juga akan mendidik mereka untuk memiliki moral dan karakter yang dari keuntungan dan kelebihan yang akan didapatkan guru saat bekerja, menjadi seorang guru harus memiliki dedikasi yang kuat. Cita-cita menjadi guru sangatlah mulia dan bagus. Oleh karena itu, apabila anak Anda ingin menjadi seorang guru, dukunglah mereka dengan sepenuh hati. Semoga mereka bisa menjadi guru yang profesional di kemudian Tonton Video Kejarcita Ini!
Akumau meluaskan perkara itu sebagai sesuatu yang sangat rumit dan kompleks. Persisnya, bolehlah aku sederhana dalam kehidupanku, tetapi tidak dengan cita-citaku. Keinginanku mengubah lingkungan di sekitar adalah hasrat terdekat saat ini. Sementara hasrat terbesarku adalah mengubah lingkungan kaum pinggiran menjadi maju dan berdaya.
.