Tutorialjamurtiram #OystermushroomsCara membuat bibit jamur tiram tanpa menggunakan PDAilustrasi cara membuat bibit jamur tiram sendiriBagi sobat yang ingin terjun ke dunia agribisnis budidaya jamur tiram, ada baiknya kalian ketahui terlebih dahulu bagaimana cara membuat bibit jamur tiram sendiri dirumah. Hal ini penting sekali untuk di pelajari karena tanpa adanya bibit sobat tidak akan bisa membuat media tanam untuk budidaya jamur tiram. Kabar baiknya, pada artikel ini akan di jelaskan mengenai bagaimana cara membuat bibit jamur tiram. Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, ada baiknya sobat baca terlebih dahulu postingan saya sebelumnya mengenai daftar istilah dalam budidaya jamur tiram agar semua materi yang akan di jelaskan pada artikel ini dapat sobat pahami dengan baik. Sekarang mari kita simak tahapan dalam membuat bibit jamur tiram berikut Cara Membuat bibit F0 Jamur TiramPada postingan sebelumnya saya telah mengatakan bahwa bibit F0 merupakan bibit induk atau inti dari semua bibit. Bisa di katakan bibit F0 ini adalah ibu dari semua bibit yang akan kita buat nantinya. Nah, untuk dapat membuat bibit F0 ini media yang kita gunakan disebut dengan media PDA Potato Dextrose Agar. Berikut tahapan cara membuat media PDA yang baik dan Siapkan alat dan bahanAlat dan bahan yang harus sobat persiapkan untuk membuat media PDA terdiri atas kentang, gula pasir, air mineral, Agar-agar bubuk, panci, kompor, gelas ukur wadah lain juga bisa, corong , spatula untuk mengaduk dan yang terakhir adalah Langkah KerjaSetelah semua alat dan bahan sudah siap, langkah berikutnya silakan kupas kentang lalu cuci hingga bersih. Potong ketang hingga berukuran kecil lalu rebus dengan air mendidih. Setelah beberapa menit hingga sari kentang keluar, matikan kompor dan saring kentang tersebut. Silakan sobat ambil sarinya saja lalu tambahkan agar-agar bubuk dan gula. Berikutnya aduk semua bahan hingga merata lalu panaskan kembali dengan api sedang. Setelah mendidih matikan kompor dan masukkan bahan ke dalam botol. Sumbat botol tersebut dengan kapas lalu tutup dengan plastik. Setelah itu ikat plastik tersebut menggunakan karet gelang. Langkah terakhir silakan sterilisasi media tersebut menggunakan suhu 100oc dan tekanan 2 bar selama kurang lebih satu jam. Apabila media PDA telah jadi, langkah berikutnya adalah menginokulasikan eksplan jamur tiram ke dalam media tersebut. Untuk melakukannya kalian bisa mengikuti langkah-langkah berikut jamur tiram yang masih segar. Usahakan pilih jamur bertangkai tunggal yang memiliki batang besar. Silakan semprot tangan beserta peralatan yang digunakan. Nah, peralatan yang digunakan untuk inokulasi eksplan ini terdiri atas pinset, pisau, dan bunsen. Berikutnya, panaskan peralatan yang telah disemprot dengan alkohol ke atas api bunsen. Proses selanjutnya, silakan ambil eksplan jamur tiram dengan cara membelah bagian batangnya berbentuk kotak lalu masukkan kedalam botol wadah Media PDA dengan menggunakan lupa sumbat mulut botol menggunakan kapas lalu tutup menggunakan kertas yang telah di panasi dengan api bunsen. SelesaiPembahasan di atas merupakan langkah-langkah cara membuat bibit F0 menggunakan media PDA. Materi selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang bagaimana cara membuat bibit F1, F2 dan F3 jamur tiram. Silakan sobat simak dan ikuti langkah-langkah berikut. 2. Cara Membuat Bibit Jamur Tiram dari Serbuk KayuSeperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya, bibit F1 merupakan keturunan pertama, F2 keturunan kedua dan F3 adalah keturunan ketiga. Nah, dalam proses pembuatannya bibit F1, F2 dan F3 media yang digunakan adalah sama hanya saja eksplan yang digunakan berbeda. Contohnya pada bibit F1, eksplan yang digunakan berasal dari bibit F0, sedangkan untuk bibit F2, eksplan yang digunakan berasal dari bibit F1 begitupun dengan Bibit F3. Eksplan yang digunakan pada bibit F3 berasal dari bibit F2. Baik, sekarang mari kita bahas tentang bagaimana cara membuat media tanam bibit F1, F2 dan F3 menggunakan media serbuk Alat dan bahanAlat dan bahan yang digunakan untuk membuat bibit F1, F2 dan F3 terdiri atas Spatula, Bunsen, drum sterilisasi bisa juga memakai autoclave, kompor mawar tekanan tinggi, alkohol, serbuk gergaji, dedak, dolomit kapur pertanian, dan air. b. Langkah KerjaPertama, campurkan semua bahan untuk membuat media tanam bibit yang terdiri atas serbuk kayu, dolomit dan dedak lalu aduk hingga merata. Berikutnya tambahkan air secukupnya lalu aduk kembali hingga rata. Setelah dirasa adonan sudah tercampur rata, langkah berikutnya silakan tutup adonan tersebut menggunakan plastik lalu fermentasi selalma semalaman. Setelah di fermentasi semalaman, masukkan media tanam kedalam wadah botol lalu tutup menggunakan plastik. Setelah selesai, susun botol yang berisi media tanam tersebut kedalam autoclave atau drum sterilisasi. Silakan sobat sterilisasi media tanam tersebut selama kurang lebih 4 jam dengan suhu bisa langsung menginokulasikan eksplan bibit f0 ke dalam medi tanam tersebut setelah dingin. Untuk sobt yang kebetulan belum mengetahui bagaimana proses pengisian bibit inokulasi ini, silakan lihat pada video berikut. 3. Cara Membuat Bibit Jamur Tiram dari JagungSetelah mempelajari cara membuat bibit jamur tiram menggunakan media serbuk kayu, pada bab ini kita akan mempelajari cara membuat bibit jamur tiram menggunakan media dari jagung. Bagi sobat yang belum mengetahui bagaimana cara membuatnya, silakan langsung saja simak pembaasan berikut. a. Alat dan bahanSebelum mulai membuat bibit jamur tiram dari jagung, ada baiknya sobat persiapkan terlebih dahulu alat dan bahannya. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan bibit jamur tiram ini terdiri atas jagung, air, panci, autoclave drum sterilisasi, botol kaca bening, spatula, bunsen, bibit F0, dan lain sebagainya. b. Langkah kerjaSetelah dirasa semua alat dan bahan telah tersedia, berikutnya kita akan langsung membahas bagaimana langkah kerjanya. Pertama, silakan rendam jagung selama semalam. Berikutnya cuci hingga bersih jagung yang telah di rendam tersebut lalu rebus hingga agak empuk atau lunak. Setelah di rebus, jangan lupa untuk meniriskannya sebentar saja. Setelah kandungan air dalam jagung sudah agak berkurang, masukkan jagung tersebut kedalam wadah botol kaca bening lalu tutup menggunakan plastik. Apabila sudah selesai, langkah terakhir tinggal di sterilisasi menggunakan drum atau autoclave selama kurang lebih 3-4 jam. Terakhir tinggal sobat inokulasikan eksplan bibit F0 jamur tiram. 4. KesimpulanSecara garis besar bibit jamur tiram terdiri atas bibit F0, F1, F2 dan F3. Untuk membuat bibit F0 diperlukan pembuatan media tanam yang di sebut dengan PDA potato dextrose agar, sedangkan untuk membuat bibit F1, F2 dan F3 bisa menggunakan media serbuk kayu, jagung, dan lain sebagainya. Setelah membaca artikel ini, diharapkan sobat bisa membuat bibit jamur tiram sendiri di rumah. Apabila sobat ingin belajar lebih jauh mengenai budidaya jamur tiram, silakan sobat berkunjung ke channel youtube kami !!! Simpanjamur tiram di dalam ruangan yang suhunya sekitar 22-28 derajat celcius dan dengan tingkat kelembaban sekitar 60-70%. Masa inkubasi jamur ini biasanya membutuhkan waktu selama satu bulan hingga jamur bisa tumbuh sempurna dan siap dipanen. Selesai, semoga artikel cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula yang ditulis untuk kategori Cara membuat bibit jamur tiram – Bibit jamur dalah salah satu bagian dari budidaya jamur tiram, bibit ini sangat berguna untuk media penanaman jamur, karena dengan adanya bibit, dapat menumbuhkan jamur. Apa bila bibit yang dibuat bagus dan cara perawatannya bagus, maka akan menghasilkan prokdutifitas yang tinggi, bahkan bisa untuk dijual. Dalam pembuatan bibit dapat dibagi menjadi 3 yaitu FO, F1, F2, yang bahan dasar pembuatannya F1 dengan biji jagung. F2 prosesnya hampir sama dengan cara membuat baglog jamur tiram, karena F2 adalah bibit dewasa yang siap untuk dibudidayakan, jadi pembuatannya ditaur di baglog. Berikut kami akan menyampaikan sedikit tentang, pengertian, dan cara pembuatan bibit jamur tiram, anti gagal. Contents 1 Pengertian Bibit Jamur Tiram FO, F1 dan F22 Cara Membuat Media Menyiapkan Bahan Baku Media Menyiapkan Peralatan Media Langkah-langkah Membuat Media PDA3 Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Menyiapkan Bahan dan Alat Membuat Bibit Jamur Tiram Tahap Membuat bibit Jamur Tiram FO4 Cara Membuat Bibit Jamur Tram Bahan yang Dibutuhka Membuat Bibit Jamur Tiram Peralatan yang Dibutuhkan Membuat Bibit Jamur Tiram Cara Membuat Media Bibit Jamur Tiram Langkah Akhir Membuat Bibit Jamur Tiram F15 Tips Anti Gagal dalam Membuat Jamur Tiram Pengertian Bibit Jamur Tiram FO, F1 dan F2 By F filial, adalah generasi keturunan dari hasil suatu persilangan yang disimbolkan dengan huruf F besar, dengan angka yang didepannya adalah simbul atau urutan generasi selanjutnya. Misalnya FO adalah yang lebih awal atau dominan, F1 generasi pertama dari persilangan FO, kemudian F2 generasi ke dua dari persilangan F1. Untuk lebih jelasnya turunan atau persilangan, yang diaplikasikan ke dalam bibit jamur. FO sebagai bibit awal yang ditumbuhkan ke media PDA atau FO ini bisa dikatakan sebagai bayi jamur. Fase berikutnya adalah F1, media yang ada di F1 seperti biji-bijian yang memiliki kandungan gizi tinggi, seperti jagung, milet, sorgum, F1 bisa diumpamakan sebagai anak kecil yang tumbuh pada fase bayi FO. Untuk fase atau persilangan yang terakhir adalah F2 yang mana bisa dikatan sebagai fase remaja sampai dewasa. Untuk bibit F2 adalah bibit yang sudah dimasukkan kedalam media tanam, yang terbuat dari serbuk gergaji baglog dan siap untuk melakukan proses pemutihan, kita juga harus tau tentang bagaimana cara membuat baglog jamur tiram yang baik. Sebelum membahas tentang cara membuat bibit jamur tiram FO, F1, dan F2 terlebih kita harus membuat media PDA yang akan digunakan untuk FO. Cara Membuat Media PDA By Media PDA Potatoes Dextrose Agar adalah yang digunakan untuk menumbuhlan bayi jamur FO, maka terlebih dahulu kita membuat media PDA, dengan menggunakam bahan-bah, dan peralatan yang akan diperlukan. Menyiapkan Bahan Baku Media PDA Pertama kita akan membuat media PDA, yang membutuhkan bahan sebagai berikut. Gula putih 30 gr. Air bersih 100 ml, bukan air PDAM Agar-agar 20 gr, yang tidak berwarna. Kentang 300 gr yang sudah dipotong dadu 1×1. Selain bahan, kita juga memerlukan peralatan yang harus digunakan untuk membuat bibit jamur tiram. Biar lebih jelas mari kita simak penjelasan dibawah ini. Menyiapkan Peralatan Media PDA By Untuk peralatan yang akan dibutuhkan saat pembuatan PDA, sebagai berikut. Panci. Pisau. Kompor. Timbangan tabung ukur Panci presto atau autoklaf. Sendok. Cawan petri Untuk peralatan yang dibutuhkan cungkup simpel haya membutuhkan 7 peralatan, dan sebagian besar bahan-bahan tersebut sudah ada didapur rumah kita. Langkah-langkah Membuat Media PDA By Selanjutnya, setelah kita mempersiapkan bahan dan alat yang digunakan untuk media PDA, langkah selanjutnya adalah cara membuat media PDA, sebagaimana berikut Rebus kentang yang sudah disiapkan, sampai terkihat sarinya, kemudian angkat. Kemudian rebus agar-agar, gula dan air sambil terus diaduk, sampai memdidih. Kemudian masukkan PDA kedalam cawan petri. Diamkan biar mendingin dan mengental. Setelah mengental tutup cawan petri dan masukkan kedalam panci presto. Panaskan selama 15 menit. Setelah dipanaskan, tutup tidak dibuka sampai dingin. PDA adalah proses yang disebut dengan pasterisasi, yang mana untuk memanaskan media, agar mematikan kuman dan bakteri, sehinggam PDA tidakbisa digunakan karena akan rusak dan busuk, jika terkena kuman dan bakteri. By Setelah membuat media PDA langkah selanjutnya adalah, cara membuat bibit jamur FO atau yang bisa dikatakan dengan bayi jamur, bahan dan alat yang dibutuhkan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan. Dalam pembuatan bibit FO dilakukan di tempat yang seteril. Menyiapkan Bahan dan Alat Membuat Bibit Jamur Tiram FO Berikut bahan-bahan dan peralatan yang harus dipersiapkan dalam pembuatan bibit jamur tiram. Jamur tiram yang segar. Pinset. Cutter. Spiritus pembakar bunsen. Alkohol 95%. Laminar, untuk meletakkan proses pembibitan. Untuk pemula bisa menggunakan laminar sederhana, atau menggunakan akuarium bekas, alkohol dam spiritus, bunsen digunakan untuk mensterilkan kotak peralatan dan pembibitan yang dipakai. Tahap Membuat bibit Jamur Tiram FO Berikut langkah-langkah yang digunakan untuk cara membuat bibit jamur tiram FO. Menyeterilkan lamiran sederhana dengan api, selama 15 menit. Bisa dengan menggunakan lampu UV yang dinyalakan selama 15 menit. Semprot semua peralatan dan tangan dengan alcohol 70%. Sterilisasi citter dengan api, pinset 5-10 detik diulang sampai beberapa kali. Siapkan cawan patri yang ada PDA, jamur. Sayat dengan nenggunakan cuttrer yang sudah disterilkan, tangkai bawah jamur 0,5 cm persegi dengan searah. Kemudian sterilkan salahsatu sisi cawan petri, buka sedikit. Masukkan sayatan jamur kedalamnya, dilakukan didekat api. Setelah selesai tutup kembali. Dilakukan terus memerus sampai selesai. Simpan cawan petri kedalam ruangan yang gelap dan hangat. Kemudian tunggu sampai miselium keluar memenuhi permukaan PDA. Jika miselium sudah penuh dipermukaan PDA, bibit FO sudah mulai bisa dilanjutkam ke tahap bibit F1 Pembuatan bibit FO membutuhkan waktu tertentu, tergantung wadahnya, jika wadah berukuran sedang membutuhkan waktu 2 minggu, jika semakin besar maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Bibit jamur FO bisa diturunkan atau disilangkan lagi dengan bibit jamur F1, apabila potongan jamur berubah menjadi miselium. Berikut tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk membuat bibit jamur F1. Cara Membuat Bibit Jamur Tram F1 By NAh, setelah kita melakukan tahap pembuatan bibit jamur FO atau PDA, cara selanjutnya adalah menurunkan bibit FO ke bibit F1. Dengan tujuan untuk memperbanyak biakan bibit jamur tiram. Untuk langkah pembuatan bibit F1, bahan yang utama digunakan dalam hal ini adalah dari bahan biji-bijian, disini menggunakan jagung. Bahan yang Dibutuhka Membuat Bibit Jamur Tiram F1 By Untuk bahan yang dibutuhkan adalah kapur, yang berfungsi mengurangi tingkat keasaman pada jagung. Berikut syarat-syarat yang diperlukan dalam pemilihan biji jagung. Masih baru dipanen tidak berumur tua. Hanya sedikit atau bahkan tidak ada kontaminasi. Kurang dari 12% kelembapan. Tidak ada hama dan jamur. Kondisi bagus, dan hanya mengandung sedikit biji inti yang rusa Jika sudah mengetahui jagung mana yang bagus untuk membuat bibit jamur tiram, langkah selanjutnya adalah, peralatan yang dibutuhkan untuk cara membuat bibit jamur tiram. Peralatan yang Dibutuhkan Membuat Bibit Jamur Tiram F1 Berikut peralatan yang dibutuhkan untuk cara membuat bibiot jamur tiram Botol bekas sosro, saus dll. Alumunium foil. Kapas. Pinset. Karet gelang. Autoklaf atau panci presto. Kompor. Peralatan yang digunakan cukup mudah dan sederhana. Nah setelah kita mengetahui jagung yang baik untuk digunakan dan peralatan yang perlu disiapkan, langkah selanjutnya adalah membuat media bibit jamur tiram. Cara Membuat Media Bibit Jamur Tiram F1 Untuk cara membuat bibit jamur tiram selanjutnya adalah dengan menggunakan media biji jagung, yang sudah sesuai dengan persyaratan tersebut. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan. Bersihkan jagung. Kemudian campur kapur 2% dan jagung 98%, Selanjutnya masukkan campuran tersebut kedalam botol, dan ditutup mulut botol dengan kapas yang dilapisi alumunium foil. Setelah itu masukkan botol yang sudah siap tadi kedalam panci presto. Pasteurisasikan botol tersebut selama 1 jam, agar membunuh sepora jamur perusak dan bakteri. Setelah selesai media F1 sudah siap untuk dipakai. Langkah Akhir Membuat Bibit Jamur Tiram F1 By Cara pembuatan bibit F1 sama dengan FO, lakuakan di lamiran sederhana yang khusus pembibitan. Pastikan peralatan, kotak, dan tangan sudah steril dengan menggunakan alkohol dan pembakar bunsen. Berikut langkah-langkah cara membuat bibit jamur tiram. Persiapkan botol media F1 dan bibit FO, yang sudah selesai dibuat. Kemudian masukkan bibit FO, media F1 ke laminar sederhana. Setelah itu buka cawan petri FO kemudian potong kira-kira 2 cm, dengan spatula. Kemudian masukkan bibit tersebut ke dalam media F1, langsung ditutup rapat, dilakukan didekat api busines. Lakukan seperti itu terus-menerus sesuai media F1 yang dibuat. Langkah selanjutnya , simpam media ditempat hangat dan gelap, jika menggunakan botol sasus tunggu selama 2 ninggu. Jika tidak, patokannya adalah apabila miselium sudah menutupi jagung yang didalam botol. Langkah terakhir, jika miselium sudah menutupi media, maka bibit F1 sudah siap ditabur di media tananm, atau dihunakan untuk membuat bibit F2. Untuk bibit jamur F2, tidak kami terangkan disini, karena pembuatannya hampir sama dengan cara membuat baglog jamur tiram, yang sudah ditulis di artikel sebelumnya, yang mana F2 adalah bibit dewasa yang ditaruh ditempat plastik besar baglog. Sebelum mengakhiri penulisan, kali ini penulis akan memberikan tips ampuh anti gagal, dalam pembuatan bibit jamur tiram, berikut penjelasannya. Tips Anti Gagal dalam Membuat Jamur Tiram By Jika sahabat, adalah pemula maka bisa memperhatikan tips anti gagak dalam pembuatan bibit jamur, pembuatan baglog jamur sampai budidaya jamur. Menggunakan air bersih yang sudah di sterilkan, dan jangan menggunakan air PDAM Jangan menggunakan air kotor seperti, comberan. Tidak menggunakan kayu yang bergetah, misal kayu pinus. Tidak menggunakan dedek yang sudah hitam atau menggumpal. Gunkan serbuk gergaji yang sudah di komposkan kurang lebih 1 minggu. Tidak menggunakan jagung yang rusak. Hindari tutup botol yang terbuka. Botol yang sudah terkontaminasi, dibuang atau dipisahkan. Suhu sterilisasi harus pada 100-125 derajat celcius. Menyimpan miselium tumbuh 10% didalam kulkas, yang bukan frezer, agar bibit awaet. Itulah tadi sekilas tentang cara membuat bibit jamur tiram anti gagal, yang dapat digunakan referensi, bagi yang ingn menjual atau membuat sendiri bibit jamur tiram anti gagal. Semoga apa yang kami tulis dapat menambah wawasan dan dapat bermanfaat, apa bila ada tulisan atau kata-kata yang kurang baik dan masih banyak salahnya, atau cara-caranya kurang benar mohon di maafkan. Salam sukses untuk kita semua!!.
Bibit jamur tiram terutama yang berwarna putih masih agak sulit di dapatkan, terutama di daerah-daerah yang masih baru memulai usaha budidaya jamur tiram, karena bibit jamur tiram ini dalam pembuatannya butuh proses, keahlian dan peralatan yang khusus sehingga menyulitkan bagi petani budidaya jamur tiram untuk membuatnya, terutama bagi petani budidaya jamur tiram pemula sudah tentu belum tahu cara membuat bibit jamur tiram putih. Sulitnya mendapatkan bibit jamur tiram ini membuat harga bibit ini tinggi karena umumnya bibit jamur tiram ini masih di kirim dari pulau jawa yang harga kirimnya hampir menyamai harga bibit jamur tiram itu sendiri belum lagi resiko yang ditanggung dalam pengirim seperti bibit yang pecah, hilang atau hal-hal lain yang membuat terkontaminasinya bibit jamur tiram Cara Mengenal Bibit jamur Tiram yang Baik Dalam membuat bibit jamur tiram oleh setiap suplier bibit tidak semua cara, bahan dan prosesnya sama, ada dengan peralatan canggih dan ada pula dengan peralatan seadanya, ada dengan bahan biji-bijian ada juga dengan bahan serbuk atau bahan lainnya, tetapi itu semua belum bisa menjamin dan menentukan kualitas bibit jamur tiram itu sendiri. Dibawah ada beberapa cara memilih dan menentukan kualitas bibit jamur tiram. Benang misilium bibit jamur berwarna putih bersih dan halus Tidak ada kontaminasi sedikitpun Berbahan./media utama PDA untuk kultur murni F0 Berbahan/media utama biji-bijian untuk F1 dan F2 sangat di utamakan dengan media JAGUNG Bibit tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua Perhatikan kepala tutup botol bibit harus tertutup rapat dan bersih Hindari membeli bibit jamur tiram ke suplier yang tidak bisa membuat kultur murni Untuk proses budidaya gunakan bibit F2, jangan F3 atau sampai F4 karena misiliumnya sudah lemah Ingat...!!! Hasil budidaya yang baik di tentukan oleh baiknya kualitas bibit jamur tiram Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Sebenarnya membuat bibit jamur tiram tidaklah terlalu sulit seperti bayangan orang-orang pada umumnya, Hanya membutuhkan sedikit skil, ketelitian dan beberapa peralatan penunjang, dan akan lebih baik memiliki labor bibit jamur tiram. Caranya adalah Membuat kultur murni/ bibit jamur tiram F0 bibit jamur tiram f0 Ini adalah langkah awal dalam proses pembuatan bibit jamur tiram, dimana media yang di gunakan adalah PDA Potato Dextrosa Agar, caranya adalah dengan mengambil langsung spora jamur yang ada pada batang tubuh jamur tiram dan mengembangkannya ke dalam PDA sehingga terbentuknya kultur jaringan murni bibit jamur tiram Membuat bibit jamur tiram F1 Membuat bibit jamur tiram F1 tidak lagi sesulit membuat kultur murni, hanya dengan cara menurunkan bibit F0/kultur murni ke media berikutnya seperti biji-bijian, untuk bahan/medianya lebih baik menggunakan jagung, karena sepengalaman kami jagung merupakan media yang paling baik untuk kembang tumbuhnya misilium bibit jamur tiram Bibit F1 Harga Untuk Pemesanan Silahkan Hub. 081267056021 Pin BB 2A9AC5B4 Bibit jamur tiram F2 bibit jamur tiram Pembuatan bibit jamur tiram generasi ini persis sama dengan generasi sebelumnya yaitu F1, medianya pun juga bisa sama, hanya saja yang membedakan adalah kualitas mesiliumnya. karena berasal dari/turunan dari F1 sudah tentu misilium F1 lebih baik dari F2 ini. akan tetapi kami sangat menyarankan bibit jamur tiram F2 ini di jadikan untuk bibit dalam proses budidaya karena misiliumnya masih terbilang kuat, berbeda dengan generasi berikutnya yaitu F3 dan F4 yang rentan mati misiliumnya dalam proses budidaya dan membuat budidaya jamur tiram menjadi gagal. Karena sepengalaman kami penyebab utama kegagalan dalam proses budidaya jamur tiram adalah salah dalam memilih bibit jamur tiram. Bibit F2 Harga Untuk Pemesanan Silahkan Hub. 081267056021 Pin BB 2A9AC5B4 Bibit Jamur Tiram Produksi "KING SPORA FARM" King Spora Farm adalah salah satu suplier bibit jamur tiram di pulau sumatera yang sudah mulai memproduksi bibit jamur tiram dari tahun 2009. Kunci utama dalam proses pembuatan bibit jamur tiram kami adalah Kualitas Misilium Unggul, sehingga menghasilkan tumbuh jamur yang baik dan besar serta untung budidaya yang besar. Dibawah ini List Harga bibit jamur tiram. No Jenis Bibit Harga Bahan Kemasan 1 F0 kultur Murni Rp. PDA Tabung Reaksi 2 F1 Rp. Jagung Botol Saus 3 F2 Rp. Jagung Botol Saus Untuk pemesanan bibit jamur tiram dari kami bibit jamur tiram silahkan Hub. langsung Erivaldi 081267056021 BIBIT JAMUR TIRAM SUDAH KAMI KIRIM KEBERBAGAI KOTA DAN DAERAH-DAERAH DI NUSANTARA INGAT.......!!!!!! HASIL BUDIDAYA YANG BAIK DI TENTUKAN OLEH BAIKNYA KUALITAS BIBIT JAMUR TIRAM
Kelebihanbibit jamur produk "budimushroom" khusus F.2 bisa diurai terlebih dahulu menjadi F.3 sebelum dipakai ke baglog / media tanam. dan berapa hari pelatihan budidaya jamur tiram. Balas Hapus. Balasan. Balas. aang 10 April 2019 19.59. Askm pa skrg Mash jual bibit siap tanam panen ga. Balas Hapus. Gimana, Sobit, sampai di sini sudah
Unduh PDF Unduh PDF Jamur tumbuh lebih cepat dibandingkan sebagian besar buah-buahan dan sayuran, serta tidak memakan banyak ruang di kebun. Sebagian besar pehobi memulai budidaya jamur dengan jamur tiram, spesies jamur yang paling mudah dikembangkan. Namun, setelah Anda mempelajari dasar-dasar budidaya jamur, Anda bisa mencoba mengembangkan sendiri belasan spesies jamur. 1 Beli bibit jamur tiram. Jamur tiram adalah spesies yang paling mudah dikembangkan dan merupakan pilihan tepat bagi para pemula. Untuk mengawali, beli bibit jamur spawn dari internet, toko perlengkapan taman dan kebun, atau toko suplai pembuatan bir. Bibit jamur adalah spora atau miselium berbentuk akar yang disimpan dalam serbuk gergaji, gandum, atau agar-agar. Anda bisa membeli bibit jamur secara terpisah atau sebagai bagian dari kit budidaya jamur tiram.[1] Anda bisa memilih varietas jamur tiram apa pun, tetapi spesies jamur tiram biru abu dan merah muda dirasa lebih mudah dan cepat dikembangkan.[2] Ingin mengembangkan jamur di luar ruangan? "Plug spawn" atau bibit “sumbat” merupakan pilihan alternatif yang lebih lambat dikembangkan, tetapi lebih mudah dirawat. Cukup buat lubang di bagian samping dahan kayu keras yang baru saja jatuh atau ditebang hindari kayu lunak atau kayu pinus karena dapat menghambat perkembangan jamur, masukkan “sumbat”, dan tunggu hingga cuaca terasa lebih lembap.[3] 2 Buat substrat terpasteurisasi. Jika kit yang Anda beli dilengkapi jerami yang cukup banyak, jerami tersebut merupakan substrat yang siap digunakan atau material yang memberikan nutrisi dan tempat bagi jamur untuk berkembang. Jika Anda hanya mendapatkan wadah kecil berisi bibit jamur, Anda perlu membuat substrat sendiri dan menghangatkannya agar mikrob bermanfaat dapat berkembang. Berikut adalah dua cara membuat substratKardus[4] Cocok untuk bibit yang disimpan di serbuk gergaji[5] 1. Potong kardus bergelombang menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama kira-kira 20-25 sentimeter persegi.2. Masukkan potongan kardus ke dalam ember dan tahan menggunakan benda Tuangkan air mendidih untuk merendam potongan Tutupi ember dan diamkan selama delapan Cuci tangan Anda dengan sabun Peras air sebanyak mungkin dari potongan kardus. Jerami[6] Cocok untuk bibit yang disimpan dalam gandum[7] 1. Pilih jerami sereal seperti gandum atau gandum Potong jerami sepanjang 7,5-10 sentimeter menggunakan alat pemotong atau alat pemotong rumput di dalam tempat Ikatkan atau masukkan jerami pada sarung bantal atau kantung cucian berbahan kasa dalam sepanci air yang sudah diletakkan di atas Panaskan jerami dengan suhu 70–75°C selama satu Tiriskan dan biarkan suhunya turun hingga mencapai di bawah 27°C.[8] 3 Tambahkan bibit ke substrat. Proses ini disebut sebagai inokulasi. Untuk mengurangi persaingan dengan spora lain, cuci tangan Anda terlebih dahulu dan segera lakukan inokulasi setelah substrat siap digunakan Substrat bawaan kit budidaya jamur Sterilkan jarum suntik dan masukkan bibit ke kantung pengembang melalui lubang kecil, atau ke penampang substrat di beberapa titik. Substrat kardus Tumpuk potongan kardus di dalam kantung plastik mutu makanan. Taburkan bibit ke setiap lapisan atau potongan kardus yang Anda tumpuk. Pisahkan atau hancurkan bibir menggunakan tangan jika bibit menggumpal.[9] Substrat jerami rumahan Lap permukaan meja dengan alkohol 70%. Sebarkan jerami di atas meja dan taburkan bibit di atasnya, kemudian campurkan secara menyeluruh. Pindahkan jerami ke kantung plastik mutu makanan hingga penuh, tetapi pastikan kantung tidak sampai tertekan atau kehilangan udara.[10] Tidak ada rasio mutlak/tepat antara bibit dan substrat, tetapi Anda bisa mengawalinya dengan menambahkan bibit dalam jumlah 2-3% dari berat substrat. Penambahan lebih banyak bibit membantu koloni jamur untuk berkembang lebih cepat dan melawan kontaminasi.[11] 4 Buat lubang pada kantung. Ikat bagian atas kantung plastik. Buat beberapa lubang pada bagian samping kantung dengan jarak 7,5 sentimeter antarlubang, dan tambahkan beberapa lubang lagi di bagian dasarnya sebagai lubang pembuangan air. Jamur membutuhkan ventilasi agar bisa berkembang dengan cepat dan baik. Jika tidak, karbon dioksida akan menumpuk dan menghambat proses perkembangan besar kantung pengembang yang disertakan dalam kit budidaya jamur sudah memiliki lubang atau sistem filter udara sehingga Anda tidak perlu melubanginya sendiri. 5 Pilih tempat dengan suhu yang tetap. Sekarang, bibit telah siap memenuhi substrat dengan miselium. Sebagian besar galur bisa berkembang dengan baik di tempat dengan suhu antara 16-24°C.[12] Perubahan kecil pada suhu dapat mengurangi jumlah panenan atau memicu kontaminasi. Oleh karena itu, cari ruangan yang selalu memiliki suhu dalam kisaran tersebut, 24 jam sehari.[13] Miselium dapat berkembang dengan intensitas cahaya apa pun, kecuali paparan cahaya matahari langsung. Beberapa pengembang atau pembudidaya mengatakan bahwa mereka mendapatkan hasil yang lebih baik jika jamur terpapar cahaya rendah dalam siklus siang baik siklus nyata maupun tersimulasi. Namun, jika Anda menggunakan jerami sebagai substrat, paparan cahaya berlebihan dapat membuat gandum bertunas dan mengganggu perkembangan jamur. Suhu ideal yang diperlukan akan bergantung pada galur. Jika bibit yang Anda beli dilengkapi petunjuk lingkungan penanaman/pengembangan, ikuti arahan tersebut. 6 Periksa tingkat kelembapan dalam beberapa minggu ke depan. Biasanya, dibutuhkan 205 minggu hingga “akar” halus berwarna putih miselium mulai menyebar pada substrat. Pada masa ini, yang Anda perlu lakukan adalah memeriksa tingkat kelembapannya setiap beberapa hari sekali. Jika substrat terasa kering saat disentuh, basahi melalui lubang pada kantung. Jika Anda melihat genangan air di dalam kantung, buat lebih banyak lubang drainase di bagian dasar kantung.[14] Miselium memiliki warna putih. Jika Anda melihat bercak besar dengan warna lain, kantung telah terkontaminasi oleh jamur yang tentunya berbahaya.[15] Buang kantung dan lap area yang sebelumnya ditempati kantung dengan alkohol sebelum mencoba mengembangkan kembali jamur tiram. 7 Pindahkan kantung ke lingkungan yang mendukung. Setelah lapisan tebal terbentuk di dalam kantung, miselium telah siap untuk berbuah dalam hal ini, menghasilkan jamur. Namun, jamur memiliki kebutuhan yang berbeda pada tahap ini sehingga Anda perlu memindahkannya ke tempat baru dan mengikuti petunjuk-petunjuk berikut Jamur tidak akan tumbuh tanpa cahaya. Berikan cahaya setidaknya beberapa belas atau puluh menit di siang hari.[16] Gunakan cahaya tak langsung, lampu tanaman yang mengikuti karakter cahaya matahari, atau—sebagai opsi yang kurang efektif, tetapi lebih terjangkau—bola lampu berwarna putih/sejuk. [17] Jamur membutuhkan udara segar untuk menghilangkan karbon dioksida yang menghambat pertumbuhan atau menghasilkan jamur berukuran kecil. Buka bagian atas kantung dan lancarkan ventilasi udara di dalam kantung dengan aliran udara ringan yang menyebar. Turunkan suhu idealnya, 13-16°C. Naikkan tingkat kelembapan menjadi minimal 80% idealnya 90-95% dengan menyalakan alat pelembap udara atau menggantungkan lembaran plastik di sekitar kantung pengembang. Aspek suhu tidak perlu dikelola secara sempurna, tetapi beberapa kondisi lain bisa memengaruhi panenan, bentuk, dan warna jamur. 8 Siram jamur dengan sedikit air. Pada tahap ini, penyiraman secara berlebihan atau kurang menjadi masalah yang umum. Untuk mencegah jamur agar tidak kering tanpa membuatnya terlalu basah, semprotkan air pada dinding dalam kantung 1-2 kali sehari.[18] Jika jamur yang berkembang berwarna kecokelatan atau ada jamur baru yang tumbuh di atas permukaan jamur lama, substrat mungkin terlalu kering. Jika tudung jamur terasa basah atau lengket, substrat mungkin terlalu basah.[19] 9 Petik jamur setelah tumbuh besar. Jamur pada awalnya berkembang sebagai “jarum pentol” kecil, kemudian tumbuh dengan cepat dalam beberapa hari selama kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung. Setelah mencapai ukuran besar atau penuhnya, tekan substrat menggunakan satu tangan, kemudian gunakan tangan yang lain untuk memelintir batang jamur pada bagian pangkalnya.[20] Anda bisa memakan jamur tiram secara langsung atau mengeringkannya untuk digunakan di lain waktu. Jika Anda tidak yakin dengan bentuk jamur tiram yang sudah berkembang secara penuh atau lengkap, tunggu hingga sisi-sisi jamur pertama mulai bergelombang. Pada tahap ini, jamur sudah sedikit melewati titik optimal untuk dipanen, tetapi masih dapat dikonsumsi. Anda bisa memetik jamur lain sebelum jamur tersebut mencapai ukuran jamur pertama.[21] Jamur kecil dan “gagal” biasanya terlihat di beberapa galur. Biarkan saja jamur tersebut dan jangan memetiknya. 10Tetap panen jamur yang berhasil dikembangkan. Sebagian besar bibit bisa menghasilkan setidaknya dua kali panenan, dan beberapa bibit akan tetap berkembang selama 3-4 bulan. Jaga substrat agar tetap lembap dan petik jamur yang berhasil tumbuh hingga bibit tidak lagi menghasilkan jamur. Iklan 1 Bereksperimenlah dengan varietas jamur yang lain. Proses dasar pengembangan jamur tiram bisa diikuti untuk sebagian besar spesies jamur, tetapi Anda perlu melakukan sedikit penyesuaian. Saat membeli bibit jamur, baca petunjuk pembudidayaan atau tanyakan informasi-informasi berikut kepada penjual atau pembudidaya agar Anda bisa menyesuaikan pendekatan yang nantinya perlu diambil Substrat yang lebih baik beberapa spesies membutuhkan kompos yang disiapkan secara khusus Suhu ideal pada masa kolonisasi Suhu ideal dan tingkat kelembapan pada masa perkembangan jamurSpesies surai singa lion's mane, lingzhi, shiitake, enoki, dan nameko merupakan pilihan yang tepat untuk proyek pembudidayaan kedua. Hanya saja, jamur ini sedikit lebih sulit dikembangkan daripada jamur tiram. 2 Jaga kebersihan substrat. Jika jamur atau kontaminan lain “menguasai” substrat, galur jamur tidak bisa digunakan. Sebagian besar spesies jamur tidak tahan terhadap kontaminasi jika dibandingkan dengan jamur tiram. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menjaga kebersihan substrat dan lingkungan tanam Cuci tangan dengan sabun antibakteri sebelum melakukan operasi atau langkah apa pun. Lakukan pasteurisasi substrat secara hati-hati. Jika Anda tidak bisa memanaskan substrat menggunakan kompor, gunakan “ruang uap” atau perawatan kimia. Penanganan substrat kompos merupakan proses yang kompleks dan Anda mungkin membutuhkan bantuan dari pengembang atau pembudidaya yang sudah berpengalaman.[22] 3 Tutupi substrat dengan pelindung atau kasing. Pelindung yang digunakan adalah lapisan material steril di atas penampang substrat biasanya merupakan campuran lumut sphagnum dan bubuk gamping. Jaga kelembapan pelindung agar air secara bertahan masuk dan membasahi substrat, tanpa membuat substrat tersebut terlalu basah atau becek.[23] Tidak semua bibit jamur membutuhkan pelindung. Mintalah saran kepada penjual atau pengembang yang sudah berpengalaman. Jangan alirkan udara di dalam kantung hingga jamur-jamur kecil muncul di permukaan pelindung. Pengaliran udara yang dilakukan terlalu awal akan memicu pengembangan sebelum jamur-jamur kecil “pecah” sehingga jamur akan berkembang di bawah lapisan pelindung, dan bukan di atasnya. 4 Kendalikan kondisi pengembangan. Periksa dan kendalikan suhu dan tingkat kelembapan agar panenan menjadi lebih baik. Anda pun bisa mendapatkan kondisi awal yang lebih baik pada percobaan pembudidayaan berikutnya. Jika Anda ingin mendalami hobi ini secara serius, siapkan ruangan dengan kipas angin atau saluran udara sebagai media ventilasi, serta sistem pemanas dan/atau pengondisi udara untuk mengendalikan suhu. Periksa perubahan suhu dan tingkat kelembapan menggunakan termometer dan higrometer.[24] Suhu di langit-langit dan lantai ruangan dapat berbeda secara signifikan. Jika Anda menyimpan kantung jamur di beberapa rak dengan ketinggian yang berbeda, tempatkan termometer di setiap rak.[25] Angin atau aliran udara yang kencang dapat mematikan beberapa jenis jamur. Oleh karena itu, lindungi bibit jamur dari paparan angin secara langsung. 5 Buang substrat setelah Anda memanen jamur. Jika Anda berencana mengembangkan lebih banyak jamur di kantung/media yang sama, lakukan kembali pasteurisasi pada substrat untuk membasmi jamur berbahaya dan bakteri yang bisa mengontaminasi kantung. Untuk substrat kompos, Anda bisa menguapinya dengan suhu 70°C selama 8-24 jam. Meskipun substrat memiliki gizi yang rendah untuk jamur, Anda masih bisa memanfaatkannya sebagai kompos atau mulsa untuk rumput yang baru ditanam. [26] Substrat yang sudah digunakan mengandung garam dalam konsentrasi yang tinggi, dan beberapa tanaman sensitif terhadap kadar garam yang tinggi. Namun, Anda bisa mendiamkan substrat di luar ruangan dan “menjemurnya” selama enam bulan sebelum substrat bisa dimanfaatkan kembali. 6 Buat sendiri bibit jamur. Alih-alih membeli bibit baru setiap kali Anda ingin mengembangkan jamur, Anda bisa mengembangkannya sendiri dari spora. Pengembangan ini cukup sulit dan rumit, tetapi ada banyak sumber gratis yang bisa Anda jadikan sebagai panduan. Anda juga bisa menghubungi asosiasi atau grup mikologis di kota/daerah Anda. Salah satu cara mengembangkan kultur bibit jamur adalah dengan membuat cetak spora. Pindahkan spora ke cawan petri berisi agar-agar menggunakan loop inokulasi coba cari dan baca rujukan lain untuk mengetahui lebih lanjut, dan Anda pun tidak perlu menggambar pola “T” pada cawan. Ulangi langkah pada beberapa cawan petri karena beberapa spora mungkin gagal berkembang. [27] Lingkungan yang steril diperlukan untuk membuat bibit. Sebelum memulai, singkirkan karpet atau tirai yang bisa menjadi “sarang” debu. Bersihkan semua permukaan dengan disinfektan ringan, termasuk langit-langit. Tutupi semua bukaan dengan lembar plastik dan buat “ruang depan” di pintu menggunakan lembar plastik kedua yang lebih besar.[28] Iklan Bibit jamur akan membusuk seiring berjalannya waktu. Tempatkan bibir di substrat sesegera mungkin dan dinginkan jika Anda tidak bisa langsung menggunakannya.[29] Iklan Peringatan Di sebagian besar negara, membudidayakan, memindahkan, memiliki, atau mengonsumsi jamur sihir psilocybin mushrooms adalah tindakan ilegal. Anda bisa dikenai hukuman penjara jika melanggar peraturan ini. Jamur menghasilkan spora yang dapat terbawa oleh udara. Spora ini bisa memicu gangguan pernapasan pada orang-orang memiliki sensitivitas atau alergi terhadap spora. Kenakan masker respirator saat berada di dekat jamur yang sedang dikembangkan jika Anda khawatir mengenai kondisi ini.[30] Iklan Hal yang Anda Butuhkan Untuk proyek pertama Bibit jamur tiram Jerami, kardus, atau substrat lain untuk mengembangkan jamur Tempat dengan suhu hangat atau suhu ruangan untuk tahap pertama perkembangan Tempat yang lembap dengan sedikit cahaya untuk tahap akhir perkembangan Air dalam botol semprotan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
.